Jumat, 11 Desember 2009

SIM Membuat Kantongku Sakit.....

Buat temen-temen sekalian yang mau buat SIM di jakarta, adalah hal yang naif jika kita tidak tahu tentang proses administrasi SIM dan proses Tesnya yang lama jika kita menggunakan cara resmi,,berikut pengalaman Pribadi saya ketika pemnuatan sim di jakarta:

Waktu itu hari sabtu tanggal 10Oktober 2009,,saya sangat antusias ingin membuat SIM karena kebutuhan untuk pergi kuliah pada saat itu,, ketika sampai disana saya bertemu bapak2 dengan pakaian layaknya orang baru bangun tidur,,lalu saya ditawarkan pemnuatan SIM 300rb dan uangnya bisa belakangan. Tadinya saya menolak dan bergegas berjalan ke Kantor penerbitan SIM di jalan Daan Mogot yang tinggal beberapa meter lagi, namun apa khayal hati ini berkata mungkin kalau membuat SIM secara resmi tidak akan diluluskan,, aakhirnya saya pergi bersama calo tersebut ke sebuah kebun kosong tempat Organisasi calo tersebut bekerja. Saya disuruh membayar 300rb. lho tapi kupikir kan seharusnya Uangnya belakangan, tapi gapapalah toh nanti SIMnya juga dapet, trus saya dibawa lagi ke tempat yang lebih sepi diseberangnya, saya disuruh bayar 15rb,katanya untuk foto dan untuk administrasi,,daripada kelamaan gak dapet SIm,, trus disuruh nunggu hingga sejam,, lalu karena alasan kantor SIMnya mau tutup akhirnya disuruh pulang,besok balik lagi.

Besoknya Senin, 12 Oktober 2009 saya kembali ke calo itu, sebelumnya saya sempat merasa aneh karena semalamnya saya sms itu calo tapi ga dibales. Hari kedua ini saya hanya disuruh untuk mengambil nomor peserta sudah itu nunggu lagi trus disuruh nunggu sejam,,tadinya saya udah jengkel karena Uang sudah keluar banyak untuk akomodasi kesana kemari tapi SIM belum dapet juga,sempat adu mulut dengan salah satu calo tersebut, tapi saya dijanjikan untuk balik dulu besok baru dapet, saya sudah sangat curiga kalau2 saya ditipu.


Selasa, 13 Oktober 2009 saya kembali lagi ke calo luar itu, hari ini saya bersikukuh untuk mendapatkan SIM saya dan mendesak sang Calo untuk bergerak, tapi akhirnya saya disuruh bayar lagi 300rb, alasannya untuk bayar polisi didalam, nah!!! tahu gini mending dari awal memakai bantuan polisi di dalam,akhirnya saya bilang ga ada uang,dia nanya lagi "kamu punya ATM ga",, enak aja,susah2 nabung emangnya gw punya ATM buat lw,jadi saya jawab " tidak ada".lalu saya disuruh nunggu lagi sejam,, WHATS!!!!!!!??!?!?! I JUST WANT MY DRIVING LICENSE, Not just wait like this. Akhirnya setelah sejam saya dipanggil oleh sang calo,tapi dia mengembaikan uang saya 150rb dan nomor ujian SIM saya., lalu saya disuruh pulang. saya akhirnya lapor ke petugas di kantor SIM ter4sebut, saya bertanya apakah no ujian saya dapat dipakai untuk tes? polisi tersebut menjawab "Ya". polisi tersebut mau membantu saya untuk mengambil kembali uang saya di calo tersebut dan saya akhirnya mengikuti tes teori.


saat tes teori saya sangat yakin dengan jawaban saya dan insting Ujian Nasional saya keluar saat mengerjakan soal teori tersebut,maklum saya baru tamat SMA dan baru mau kuliah, sebelah saya kelihatah bingung tapi sebelumnya dia bercerita membayar 450rb ke polisi tersebut. setelah tes saya lihat ternyata nilai saya 17,sedangkan untuk lulus harus 18 point, sedangkan yang menyogok itu dia hanya ditulis lulus sedangkan poin benarnya tidak ditulis berapa, yasudahlah akhirnya saya menunggu 2 minggu lagi untuk mengulang.


Dua minggu kemudian saya kembali kesana untuk tes lagi, lagi2 di sebelah saya ngaku bayar 430rb untuk cara cepat,, saya lihat didepan saya ada bapak2 tes yang ketiga kalinya, waduh saya jadi takut nih untuk pakai cara resmi, tapi saya harus jadi orang jujur karena ini bekal untk masa depan. setelah tes saya saudah bisa menebak, lagi2 tidak diluluskan dengan nilai 16, sedangkan yang menyogok tersebut diberi nilai 22. Wah! ga adil,, gapapalah semoga kesabaran ini bermanfaat di masa mendatang.


Dua minggu kemudia saya tes untuk yang ketiga kalinya, disebelah saya tes yang ketiga kalinya juga, didepan saya tes yang keenam kalinya,ngeliat kertas tesnya aja yang 6 bertumpuk2 bikin ngeri. penguji tersebut berkata "jika ingin melihat hasil koreksi bisa melihat ke loket atas,, dan disini semuanya transparan tidak ada yang dipersulit".yasudah saya catat semua jawaban saya di hp dan saya kerjakan itu soal teori, saya tidak mau mengulang untuk yang keempat kalinya. setelah tes "lho kok,cuma 17 lagi",wah saya kesal sekali akhirnya saya ke bagian pemeriksaan dan disuruh menunggu sejam. setelah menunggu akhirnya saya ke tempat pemeriksaan itu lagi dan melihat lembar jawaban saya beserta jawaban yang benar,setelah dihitung 1,2,3,4,5,6,7,8...... ternyata betul 17, saya gak percaya akhirnya saya cocokkan lembar jawaban saya dengan jawaban yang sudah tercatat di hp, anehnya lagi saya tidak diberi kesempatan untuk menyocokkan lembar jawaban dengan jawaban yang tercatat di hp saya. saya pikir ini penipuan saya berbicara dengan gaya non verbal dan membuat polisi takut dengan gaya berbicara saya yang halus akan tetapi mengancam. akhirnya polisi tersebut menyerah dan memberikan kesempatan saya untuk tes lagi akan tetapi kali ini diruang komputer, saya tes dan melihat hasilnya,,, treeeeeeeeenggggggg senangnya hasilnya 22 tanpa campur tangan manusia munafik. ketika saya enunggu hasil tes komputer ini saya bertemu dengan orany yang mengaku lewat jalur resmi dan pertama kalinya, dia tidak lulus juga, tapi ia disuruh bayar 200rb ol3eh penguji teori yang sebelumnya saya ceritakan diatas penguji tersebut berkata bahwa disini transparan dan tidak dipersulit, munafik!!! pikir saya.


Akhirnya tes praktek, pungli formulir praktek padahal tidak ada tulisannya tapi disuruh bayar Rp 5000,00 yasudahlah,, kepada orang yang disuruh bayar tadi saya suruh duluan untuk tes praktek dan saya melihat dahulu,akan tetapi setelah setengah menit ia kemnali dan memasang senyuman dibibirnya karena ia telah lulus praktek,,lho kok bisa!!..
"udah coba sana" kata dia,,lalu saya mencoba tes praktek,sang penguji pun terang2an didepan saya meminta 100rb dan saya menolak awalnya,,namun akhirnya saya membayar 50rb.
lalu saya lulus praktek dan mengambil sim dengan pungli lagi 5000 ketika mengambil kartu sim.




Jadi kesimpulan dari cerita ini adalah

1.Jangan menjadi pecundang dengan langsung meminta bantuan.
2.Jika ingin menyogok (minta bantuan) jangan menggunakan jasa Calo luar
3.Jika minta bantuan bayrlah dengan tarif 400-450 rb,jangan lebih!
4.jika mau minta bantuan dengan cara ekonomis ikuti cara saya dibawah ini:
a.Gunakan jalur resmi
b.jika tes teori tidak lulus maka:
b.1. bisa langsung membayar,biasanya 200rb an, itu sudah sama praktek.
b.2. seperti saya ke ruang pemeriksaan adu mulut hingg adapat tes lagi di ruang komputer dan membayar lagi untuk praktek.






demikian,, wassalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar